Friday, March 9, 2012

Rindu terlalu padamu..


Segera kutepis rasa sepi dihati,
Meski perihnya masih jua menghantui
Namun kan tetap kucuba tuk tegar berdiri,
Karena kini telah pun kutemukan sang pelipur hati..

Sahabat..
Hadirmu telah cukup memberi erti
Semarak hari kulalui kini, meski dihujung jalan kegelapan menanti
Tapi setidaknya ‘satu yang pasti’
Cahaya menyala kembali dihatiku yang kian redup
Setitik cahaya senyumanmu telah menerangi jalanku yang gelap dan sunyi..

Untukmu Sahabat..
Tiada kata yang pantas ku ucap, selain bicara
“terima kasih tidak terhingga”

Walau kini engkau jauh dari tatapanku,
Angin malam yang membelenggu dingin
Mencengkam dalam benakku rasa rindu yang mendalam
Kekosongan jiwa yang hampa,
Rinduku akan dirimu merasuk dalam dunia realitiku
Dengan secebis harapan tanpa batas menanti engkau yang tak kunjung tiba

Sejenak ku menadah tangan memohon doa untukmu
Agar engkau dan aku bisa bertemu dan bersatu
Apakah esok sang mentari sudi menghantarkan salam serta rinduku kepadamu
Ataukah sang malam dapat menghadirkan dirimu dalam mimpiku..
Akanku semat ditempat terindah rinduku padamu sampai kita bersua lagi..


“Rindu.. terlalu padamu.. tiada.. tertangguh. Rindu.. terlalu padamu.. tiada penghujung.”-Humaira


SrikandiAisyaHumaira
16:30
09/03/2012
16 Rabiulakhir 1433H

Friday, February 3, 2012

Puisi Rinduku Terhadap Dirinya



Ya nabi salam alaika..
Ya Rasul salam alaika..
Ya habib salam alaika..
Solawatullahi alaika..



Duhai pahlawan ummah
Sempurnanya engkau, seorang contoh tauladan
Bagi perjalanan kafilah-kafilah pencari kebenaran
Senaskah kitab suci terakhir paling sempurna daripada Ilah
Pemuda agung 14 abad lamanya tidak pernah ditelan zaman.



Tatkala engkau bersuara
Bertaburanlah cahaya menerangi segenap jiwa
Kata-kata mu dijamin syurga
Diri ini cuba memahami hidup seorang Mustafa
Putih bersih giginya di saat mengukir senyuman ceria
Sehingga dahulunya para sufi pernah berkata
‘Merekah mawar mewangi, berasal dari titisan keringatnya yang jatuh ke bumi saat dia bersama buraq mendaki langit..’



Tidak ku nafikan betapa berat amanah di bahunya
Dengan jiwa yang suci dia menjadi nabi berpakaian rakyat jelata
Tidak dihiraukan tawaran kesenangan menjadi seorang raja yang kaya
Tetap tenang dalam kehidupan yang sederhana.



22 tahun dia menyebarkan ummatnya dengan cahaya
Namun ada saja yang mendustakannya
Mereka tetap tunduk pada yang keji dan hina.



Kelak pabila pengetahuan sudah sempurna
Menyingkap kesombongan peradaban maya
Kan terbeliak biji mata mereka
Kesempurnaan dia
Disalah fahami oleh orang yang buta hatinya.



Sehingga kini
Kekejian masih difitnah kepada baginda
Baginda Rasulullah S.A.W. satu-satunya manusia
Yang namanya bersanding dengan Tuhan Yang Esa..




“Ya Rasulullah, Ya Habibullah
Tiada amal ibadah yang sempurna dan bererti
kalau tiada syafaat daripada mu
Akan sengsara diri ku di akhir nanti..” - Humaira




SrikandiAisyaHumaira
16:55
03/02/2012
11 Rabiulawal 1433H

Thursday, January 26, 2012

Thank You and I Love You


I really want to say Thank You
but,
Words are not enough
And its not for now or only once
I’ve needed someone like you
But for all the times
and reasons that your kindness
has shown through..


I hope this little stanza of love
will mean a lot to you.
Its a little thing to do,
but it’s sentiments sincere I thank you,
and I am so glad that
You were able to be here..


Uhibbukafillah Ya Rasulullah..

SrikandiAisyaHumaira
16:50
26/01/2012
03 Rabiulawal 1433H

Friday, January 20, 2012

Puteraku Bukan Insan Biasa


Pemuda itu harapan bangsa
Lulusan PhD tersemat pada nama 
Dia arif tentang dunia
Namun bukan dia yang ku damba

Pemuda itu hatinya tunduk
Al-Quran di hati kemas dijunjung
Ilmu agama tersemat kukuh
Kebahagiaan akhirat tujuan hidup
Namun bukan dia yang ku damba

Dia tidak dikenali dengan kejelikkan 
Dia tidak dikenali dengan kekayaan 
Dia tidak dikenali dengan segala sijil penghargaan
Sebaliknya,
Dia terkenal dengan kesederhanaan
Dia terkenal dengan ilmu yang telah dikongsikan
Dia terkenal dengan ibadah yang dipraktikkan
Dia juga terkenal dengan wajah penuh sinaran

Bagi pandangan kaca mata kebiasaan insan
Dia hanya manusia pada kebanyakkan
Namun,
Di dalam terselit mulianya keperibadian
Setiap perilaku baik bukan untuk diriakkan
Bukan juga untuk mengemis penghargaan insan
Segalanya untuk mencapai keredhaan
Keredhaan Ilahi itu menjadi kemestiaan


Apa yang pasti
Dia tetamu setia di ‘rumah’ Rabbi
Setiap solat dia yang kehadapan
Merebut peluang, timbangan pahala diberatkan
Saat itu, para pemimpin, para pembesar jua para bangsawan
Tiada pangkat dapat dibanggakan
Kini mereka semua sama di belakang

Sesungguhnya dia yang ku damba
Mampu menjadi imam kepada ummah, kepada keluarga
Insya-Allah, Putera Agama akanku jumpa..


“Ya Allah.. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki dan Engkau namakan diri-Mu dengannya.. Jadikanlah al-Quran sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku serta penghilang kesedihan dan kegelisahanku..” – Rijal al Din (Putera Agama)


“Putera Agama bukan putera biasa, Putera Agama satu dalam sejuta..” - Humaira

SrikandiAisyaHumaira
10:00
20/01/2012
26 Safar 1433H

Anda mungkin juga meminati :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...