Bismillah Ar Rahman Ar Rahim
Dengan nama-Mu
Tuhan Agama Langit
Aku mula menzahirkan
Apa yang sedang bermelodi di hati
Hati kepunyaan-Mu ya Rabbi
Apa yang ku ada
Milik mutlak Ilahi..
Ikhlas ku katakan
Coretan ini ku ukirkan buat insan-insan
Yang mahu memahami
Pada setiap bait
Tinta ini menjadi saksi
Dan pastinya saksi tetapku
Tidak berubah tidak berganjak
Tuhan Agama Langit yang Benar
Dunia, akhirat..
Aku merasakn seakan-akan diseru
Kesuatu daerah
Yang aku sendiri tidak mampu merungkainya..
Pada malam ini..
Malam 17 Ramadhan 1432H
Malam yang penuh dengan riwayatnya tersendiri
Untuk sama-sama kita bermuhasabah
Tentang kejadian ini
Yang sering disangkakan indah sempurna..
Namun,
Setiap detik terus berlalu
setiap detik itu terus menguji setiaku pada yang Satu
Dan setiap detik itu juga ku tidak menyedari
Kelalaian kian membawa kehancuran
Ku terfikir sejenak
Dan ku mula mengakui dengan penuh kejujuran
Diri ini hanya insan yang lemah
Adakalanya mudah tertipu
Pada janji-janji dunia fana
Pada khayalan dusta semata..
'Tidakkah engkau mengetahui
Engkau sebenarnya angkuh
Angkuh dengan perintah Tuhan mu
Padahal engkau tidak bisa tenang
Tanpa cinta Pemilik Segala Cinta'
Mengapa??
Mengapa aku mudah membiarkan manik-manik jernih ini terus mengalir?
Aku berusaha memujuk dirimu
Kembalilah
Kepada Kekasih yang Satu
Kembalilah
Kepada Kekasih mu yang Setia
Kau tidak akan mampu bertahan
Dan jangan pernah kau bermimpi
Bahawa ketenangan akan menjadi milik mu abadi
Tanpa cahaya cinta-Nya
Segalanya tidak mungkin terjadi..
SrikandiAisyaHumaira
01:03
17/08/2011
17 Ramadhan 1432H
______________________________
Terpanggilku ke sini suatu tika
Ku tiba di kota bersama cita-cita
Ku tiba di kota bersama cita-cita
Lantas hati terpaut pada maya pesona
Percaya segalanya indah sempurna
Masa berlalu menduga kesetiaan
Kealpaan diri menuju kehancuran
Aku yang lena lemah tak berdaya
Seirng terlupa jua terpedaya
Pada segala dusta yang fana
Hanyut dibuai mimpi dunia
Aku yang angkuh dan kian terleka
Menghitung waktu menuruti rasa
Tanpa cinta-Mu aku gelisah
Terus menjauh tiada arah
Inginku kembali pada-Mu oh Kekasih
Tak ingin ku tempuh hidup sebegini
Resah keliru mengaburi mata hatiku
Tiada ketenangan ku rasakn di jiwa ini
Tanpa cahya-Mu aku terus terjatuh
Ku rayu redha-Mu
Sambutlah tanganku
Kekasih ku pohonkan kemaafan-Mu
Kekasih ku dambakan keampunan dari-Mu